Bayi itu terlahir tak bersalah, tapi ketika aku terlahir, suara tangis bayi yang mungil tak bisa lunturkan perasaan iba mama, tapi ada lengan tangan kekar papa menggendong aku dengan sayang.''Apa salah dia ma?''..... Dia hanya bayi mungil yang tak tahu apa-apa...
Namaku Intan pemberian orang tuaku ketika aku terlahir didunia ini, sebenarnya aku tak mau terlahirkan, tapi karena nama Intan, membuat aku akan berusaha berjuang untuk menjalaninya... nama bagus, tapi membuatku harus bekerja keras untuk menjalani kehidupan yang ada didepanku....
Aku sudah berumur 3 tahun, tapi kebiasaan mama kepadaku tak pernah berubah, tidak seperti adikku Toni yang selalu disayang mama, kami hanya terpaut 1,5 tahun, tapi perbedaan kami terlampau jauh... Semua karena kisah mama dan papa yana dijodohin sama keluarga papa, karena mama sendiri adalah yatim piatu, dan aku sadar kenapa mama berontak dan tidak menyayangiku.
Nenekku akhirnya membawaku kekampungnya, karena tak tega dengan perlakuan mama terhadapku.
Aku bahagia bersama nenek, aku mejadi gemuk, manis, berambut panjang...
Pada waktu itu belum ada tv, tapi nenek suka membawaku ketetangga untuk nonton tv walau betapa jauh jarak tetangga kami yang punya tv, klo waktu sudah malam nenek menggendongku, nenek favorit banget dengan acara ketoprak dan serial ACI.
Dan tak jarang aku suka lihat ludruk yang lumayan jauh letaknya, aku benar-benar bahagia bersama nenek. Oh ya, aku suka dibikinin makanan kesukaanku, botok landing dan bubur ketan hitam.... hemmm.... rasanya enak banget.
Setelah usiaku genap 6 tahun, aku disekolahin nenek di SD sepat, nenek dengan senangnya membelikanku peralatan tulis dan tas.... yah biarpun pada saat itu kita belum mengenal sepatu, aku harus bertelanjang kaki dari rumah kesekolah.
Sudah terlalu lama aku tak berjumpa dengan orang tuaku, aku malah mengira kalau nenekku adalah orang tuaku, tapi yang buatku heran, setiap bulan aku mendapat mainan yang banyak....
Oh ya, aku juga hidup bersama dengan budeku, dia berjualan makanan dipasar, aku suka pagi-pagi ikut-ikutan bangun subuh buat melihat aktivitas bude, juga hanya sekedar nyobain makanan buatan bude...
Aku juga punya tetangga tak lain anak-anak bude yang telah menikah, biar aku tak serumah, aku suka disuruh-suruh anak mbakku itu, tak lain ponakanku, buat ngerjain pekerjaan rumah....
Aku begitu takut dengan pelototan mata mas iparku, akhirnya setiap suruhan ponakanku aku nurut aja.
Waktu berlalu dengan cepat, ketika aku sedang mencari asem dikebun tetangga (asem rontokan dari pohon), aku dikejutkan dengan suara temanku yang mengatakan kalau mama papaku akan datang, sedang aku sendiri bingung, bukannya mamaku ya nenekku itu....
Walau masih SD klas satu, aku juga sudah ditaksir dengan teman skelasku joko, yang anaknya cakep, kaya, baik, hehehe.... padahal aku tak tahu apa itu ditaksir, maklum 6 tahun usiaku...
Pada saat itu aku juga sekelas dengan keponakanku yg bernama niny, kami suka mencuri ketimun disawah orang, yang kami pikir itu milik kami, pantes aja kami suka dibilang kancil....
Niny suka banget sama joko, berbagai cara dia menarik perhatian joko, tapi tak sedikitpun joko menanggapinya... Sedang aku sendiri, tetap tak tahu kalau joko ada perhatian sama aku.
Akhirnya waktu itu tiba, aku tiba-tiba dipanggil guruku, kalau orang tuaku datang buat menjemput, dan kebetulan pada saat itu aku genap berusia 6 tahun.
Ada sedikit keraguan, dan rasa asing pada diriku, rasanya aneh aku punya mama yang sangat cantik seperti itu, dan papa, yang tak pernah aku kenal sedikitpun.
Aku digendong papa, aju dibawa pergi dari sekolah itu, dan dari ekor mataku, aku bisa melihat kesedihan joko diwajahnya, dan semenjak itu, aku tak pernah melihatnya lagi sampai sekarang.
Aku di bawa jalan-jalan mama dan papa kekebun binatang Jurug, selama itu aku baru sekarang ini melihat kebun binatang, rasanya asik banget, aku bahagia....
Bersambung...........
Namaku Intan pemberian orang tuaku ketika aku terlahir didunia ini, sebenarnya aku tak mau terlahirkan, tapi karena nama Intan, membuat aku akan berusaha berjuang untuk menjalaninya... nama bagus, tapi membuatku harus bekerja keras untuk menjalani kehidupan yang ada didepanku....
Aku sudah berumur 3 tahun, tapi kebiasaan mama kepadaku tak pernah berubah, tidak seperti adikku Toni yang selalu disayang mama, kami hanya terpaut 1,5 tahun, tapi perbedaan kami terlampau jauh... Semua karena kisah mama dan papa yana dijodohin sama keluarga papa, karena mama sendiri adalah yatim piatu, dan aku sadar kenapa mama berontak dan tidak menyayangiku.
Nenekku akhirnya membawaku kekampungnya, karena tak tega dengan perlakuan mama terhadapku.
Aku bahagia bersama nenek, aku mejadi gemuk, manis, berambut panjang...
Pada waktu itu belum ada tv, tapi nenek suka membawaku ketetangga untuk nonton tv walau betapa jauh jarak tetangga kami yang punya tv, klo waktu sudah malam nenek menggendongku, nenek favorit banget dengan acara ketoprak dan serial ACI.
Dan tak jarang aku suka lihat ludruk yang lumayan jauh letaknya, aku benar-benar bahagia bersama nenek. Oh ya, aku suka dibikinin makanan kesukaanku, botok landing dan bubur ketan hitam.... hemmm.... rasanya enak banget.
Setelah usiaku genap 6 tahun, aku disekolahin nenek di SD sepat, nenek dengan senangnya membelikanku peralatan tulis dan tas.... yah biarpun pada saat itu kita belum mengenal sepatu, aku harus bertelanjang kaki dari rumah kesekolah.
Sudah terlalu lama aku tak berjumpa dengan orang tuaku, aku malah mengira kalau nenekku adalah orang tuaku, tapi yang buatku heran, setiap bulan aku mendapat mainan yang banyak....
Oh ya, aku juga hidup bersama dengan budeku, dia berjualan makanan dipasar, aku suka pagi-pagi ikut-ikutan bangun subuh buat melihat aktivitas bude, juga hanya sekedar nyobain makanan buatan bude...
Aku juga punya tetangga tak lain anak-anak bude yang telah menikah, biar aku tak serumah, aku suka disuruh-suruh anak mbakku itu, tak lain ponakanku, buat ngerjain pekerjaan rumah....
Aku begitu takut dengan pelototan mata mas iparku, akhirnya setiap suruhan ponakanku aku nurut aja.
Waktu berlalu dengan cepat, ketika aku sedang mencari asem dikebun tetangga (asem rontokan dari pohon), aku dikejutkan dengan suara temanku yang mengatakan kalau mama papaku akan datang, sedang aku sendiri bingung, bukannya mamaku ya nenekku itu....
Walau masih SD klas satu, aku juga sudah ditaksir dengan teman skelasku joko, yang anaknya cakep, kaya, baik, hehehe.... padahal aku tak tahu apa itu ditaksir, maklum 6 tahun usiaku...
Pada saat itu aku juga sekelas dengan keponakanku yg bernama niny, kami suka mencuri ketimun disawah orang, yang kami pikir itu milik kami, pantes aja kami suka dibilang kancil....
Niny suka banget sama joko, berbagai cara dia menarik perhatian joko, tapi tak sedikitpun joko menanggapinya... Sedang aku sendiri, tetap tak tahu kalau joko ada perhatian sama aku.
Akhirnya waktu itu tiba, aku tiba-tiba dipanggil guruku, kalau orang tuaku datang buat menjemput, dan kebetulan pada saat itu aku genap berusia 6 tahun.
Ada sedikit keraguan, dan rasa asing pada diriku, rasanya aneh aku punya mama yang sangat cantik seperti itu, dan papa, yang tak pernah aku kenal sedikitpun.
Aku digendong papa, aju dibawa pergi dari sekolah itu, dan dari ekor mataku, aku bisa melihat kesedihan joko diwajahnya, dan semenjak itu, aku tak pernah melihatnya lagi sampai sekarang.
Aku di bawa jalan-jalan mama dan papa kekebun binatang Jurug, selama itu aku baru sekarang ini melihat kebun binatang, rasanya asik banget, aku bahagia....
Bersambung...........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar