Jumat, 30 April 2010

BISNIS DAN HIDUPKU

Bisnis kata orang begitu menjanjikan, iya benar.. akupun merasakannya........
punya uang banyak, relasi yang lumayan banyak, pengalaman yang luar biasa, tapi ada sesuatu yang buatku tempuruk pada waktu aku melakukan bisnis itu sendiri, ada cerita yang keluar dari jalur bisnis itu sendiri, dengan adanya kecurangan dari sekian orang-orang didalam dunia bisnis yang buatku merasa seperti mengotori bisnis, sedang aku berjuang bersusah payah dalam menggapai cita-cita, bukan hanya materi, kondisi fisik, perasaan, keadaan iklim ; yang sering kehujanan, panas, juga ketika diwaktu aku sakit yang parah sampai yang biasa saja...

siperusak tidak akan pernah tahu arti seorang bunda, kecurangannya buatku hancur, menangispun sering....
begitu bisanya karena dia cemburu, begitu anehnya dia membuangku dengan kata-katanya yang meleset dari apa yang dia bicarakan, dan mengatakan kebenaran yang tak pernah ia ucapkan sama sekali....
Iya... aku marah, kesal, sumpah serapah aku lontarkan, tapi aku tak bisa untuk berontak membencinya, aku juga tak bisa dendam, ingin..... ingin sekali aku protes, tapi aku hanya bisa menangis, lkok ada perempuan seperti itu...

Jadi ibu rumah tangga sangat mulia, tapi perempuan itu menghancurkan bisnisku, aku kacau, keluargaku berantakan, anakku mau makan apa setelah ini? akhirnya aku jadi ibu rumah tangga sejati buat anak-anakku, dan harus cukup dengan hasil yang sekarang. Alhamdulillah keluarga kami bisa menikmati kehidupan seperti biasanya, walau sakit yang masih kurasa, dan perempuan itu telah hengkang 2 tahun kemudian dari tempat itu, aku lega? entahlah... yang penting sekarang aku bahagia bersama anak-anakku, dan ada bisnis kecil-kecilan walau tak sebesar dulu.

Walau terseok-seok, hanya sebait dalam hidup yang kuingat, ''Allah tak pernah tidur'', dan hamparan kebahagiaan terhampar luas, dan bilamana akan ada yang hilang, maka akan terganti dengan yang lain yang lebih baik, dan ini hanya untuk orang yang mengerti akan hidup dan kehidupan, bisnis bukan hidup untuk kemarin, tapi untuk hari berikutnya dan seterusnya.... dan hidup bukan hanya bisnisku yang kemarin, ada anak-anakku disisiku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar