Diantara
teman-teman di FB ada yang menganggap aku saudara, teman, kekasih,
sahabat, musuh, dan ada yang disini cuma ingin mematai-mataiku xixixi ,
semua berwarna-warni seperti bunga-bunga .... atau liku2 hidup..
Aku memang takut perpisahan .... sangat takut....
Diantara teman-temanku seperti ketakutanku ini dianggap permainan
Padahal rasanya sakit sekali...
Dulu....
2 Juni 1997 aku kehilangan sesosok Papa , Jantung hidupku
5 Juni 1997 aku kehilangan sesosok Mama , Nafas hidupku
Setelah Minggu tgl 1 Juni 1997 mengucapkan selamat perpisahan kepada mama dan papa akan kembali kuliah kembali
Rasanya ada yang tertinggal
Malamnya
tgl 1 Juni 1997 aku dijemput saudara-saudaraku ditempat kost , mau
diajak ke Taman Mini katanya.......... "Kamu kan belum pernah ke
Jakarta"
Wah saya baru pulang dari Pemalang..... "Sudahlah, kita senang-senang sebelum kamu ujian" katanya
Aku
bingung.... tidak biasanya Mas Joko kok di Rumah makan suruh makan apa
saja yang aku mau, "Pilih mana saja yang kamu mau Intan" .... hemmmmm
aku termenung dan makanku jadi nggak enak, aku sudah terbiasa tidak
dimanjakan oleh mereka....
Kita kembali teruskan perjalanan .....
"Mas...
kenapa ke arah rumahku?"...... Gapapa, kita harus pamitan sama mama
papa kamu, masak kamu ke Jakarta nggak pamitan sih, nanti kalau dicari
ortu kamu gimana?.... tapi saya sudah pulang 14 hari mas, saya juga baru
pamitan kemarin buat kuliah lagi mas....
Tapi rombongan kami terus berjalan.....
"Mas.... kenapa rumahku sangat ramai?''..... " Kan ini PEMILU Intan, pastilah dirumahmu ramai"
Aku semakin ngrasa nggak enak......
Sesampai dirumah ............. Banyak yang ciumi aku, peluk aku, "Ada apa ini?" .........
Aku lihat ke 2 adikku dipojokan Ayu dan Gigih , menangis, kebingungan....
Aku juga melihat kain menutupi seseorang yang sedang tidur berpakaian putih.....
Aku bingung......
"Siapa
dia? kenapa dia tertidur disana? kenapa orang-orang ramai?..... ada
yang bisikin ditelingaku.... "Dia Papamu"..... aku seperti orang
linglung "Papa ngapain tidur disitu nggak dikamarnya? kenapa mama biarin
saja papa tidur disitu dan nggak temuin tamu-tamu yang sangat banyak
ini?.....
"Sabar Intan ya...." aku masih bingung, karena
yang kuingat papa baik-baik saja kemarin dan cium ke 2 pipiku sebelum
aku pamitan keluar kota lagi buat kuliah....
"Papamu sudah diambil
Tuhan" aku tetap bingung.... aku masih bercerita seakan nggak ada
apa-apa dan aku masih mikirin orang-orang yang dirumah sudah makan
belum?.....
Setelah aku lelah aku baru sadar aku butuh seseorang,
siapa yang disebelah ya...aku pastiin dan dekati lagi , tiba-tiba aku
menangis, aku baru sadar sesadar-sadarnya kalau itu papaku, terus dimana
mama?..... :'(
"Mamamu di rumah sakit Elizabeth semarang
Koma Intan, sepulang kerja ortumu ditabrak truk , tapi sebelum tidak
sadarkan diri tangan papamu memegang tangan mamamu akhirnya pingsan, itu
menurut yang melihat di TKP, kamu yang sabar ya....." aku histeris
...............
Papa tidak berhasil diselamatkan, aku
antar jenazah papa ke tempat kelahirannya di Solo.... aku bengong dan
lelah karena selama 3 hari aku belum istirahat PP
Pemalang-Solo-Pemalang-Solo
Aku coba kuat, teman-teman
kuliahku sangat luar biasa terutama BONDAN , dia seksi sibuk di kampus
mengumpulkan dana untuk dukanya, luar biasa ( aku nggak akan lupain
kalian anak kelas B Ekonomi Management perusahaan UMS ) yang sudah andil
dan sahabatku (PALUPI, TANTRI , LISTYOWATI (Almarhum) , TATIK) Sahabat
yang luar biasa selalu ada disaat susah dan senang.
Aku urus semua keperluan Tahlilan Papa seperti pesta mewah, karena kupikir hanya ini yang aku bisa :) terakhir buat papa.
Ohya
, aku sempat tengokin mama di RS dengan keadaan masih Koma karena mama
& papa kepala dalamnya memang pecah , mama dibuat nafas buatan di
leher, bunyinya keras sekali , pas aku disebelah mama, mama pegang
tanganku erat sekali tidak mau dilepas, aku hanya bisa menangis, itu
pertemuanku yang terakhir sama mama tersayangku, yang sangat cantik dan
Primadona di desa kami :) :'(
Aku kembali kekampus karena mau persiapan ujian karena aku sudah 14 hari tengokin Ortu plus kejadian tragis aku menambah libur.
Tiba-tiba
aku di panggil lagi ke kampung papa saudara tempat papa di makamkan,
aku kesana dan terasa sesak, baru kemarin mama sudah disisi papa, aku
terasa gelap, semuanya buat aku bingung, aku merasa tidak ada daya aku
seperti tidak bisa bernafas, "Mama padahal sudah berjanji akan
menyayangiku" :'(
Tahlilan akhirnya disambung padahal
belum ada seminggu kematian Papa, dengan cara yang sama aku tahlilan
dengan membuat makanan mewah, karena itu persembahan terakhir untuk
mama.
Mulai hari itu aku jadi ORTU adik-adikku , aku
berulangkali Pingsan, berulangkali masuk RS tanpa sepengetahuan
adik-adikku, badanku selalu panas, air mataku selalu berlinangan, semoga
aku bisa jalani ini dengan sabar............
Adik-adikku
sekarang sudah menikah :) semua sdh punya Baby, aku sudah jadi Budhe ,
adikku Ayu yang paling kecil juga sekarang sedang mengandung,
Alhamdulillah aku bisa melewati ini, walau trauma dan air mata selalu
menemaniku...
Selamat Jalan Orang-orang terkasihku, aku akan mengenangmu....
Semenjak
itu aku gampang ketakutan dan trauma, mudah-mudahan Allah selalu
menjagaku dengan senyum seperti biasanya... jangan sampai orang tahu aku
menangis :)