Kamis, 21 Mei 2015

KISAH KETAKUTAN DAN TRAUMAKU


Diantara teman-teman di FB ada yang menganggap aku saudara, teman, kekasih, sahabat, musuh, dan ada yang disini cuma ingin mematai-mataiku xixixi , semua berwarna-warni seperti bunga-bunga .... atau liku2 hidup..

Aku memang takut perpisahan .... sangat takut....
Diantara teman-temanku seperti ketakutanku ini dianggap permainan
Padahal rasanya sakit sekali...

Dulu....
2 Juni 1997 aku kehilangan sesosok Papa , Jantung hidupku
5 Juni 1997 aku kehilangan sesosok Mama , Nafas hidupku

Setelah Minggu tgl 1 Juni 1997 mengucapkan selamat perpisahan kepada mama dan papa akan kembali kuliah kembali
Rasanya ada yang tertinggal

Malamnya tgl 1 Juni 1997 aku dijemput saudara-saudaraku ditempat kost , mau diajak ke Taman Mini katanya.......... "Kamu kan belum pernah ke Jakarta"
Wah saya baru pulang dari Pemalang..... "Sudahlah, kita senang-senang sebelum kamu ujian" katanya
Aku bingung.... tidak biasanya Mas Joko kok di Rumah makan suruh makan apa saja yang aku mau, "Pilih mana saja yang kamu mau Intan" .... hemmmmm aku termenung dan makanku jadi nggak enak, aku sudah terbiasa tidak dimanjakan oleh mereka....

Kita kembali teruskan perjalanan .....

"Mas... kenapa ke arah rumahku?"...... Gapapa, kita harus pamitan sama mama papa kamu, masak kamu ke Jakarta nggak pamitan sih, nanti kalau dicari ortu kamu gimana?.... tapi saya sudah pulang 14 hari mas, saya juga baru pamitan kemarin buat kuliah lagi mas....
Tapi rombongan kami terus berjalan.....

"Mas.... kenapa rumahku sangat ramai?''..... " Kan ini PEMILU Intan, pastilah dirumahmu ramai"
Aku semakin ngrasa nggak enak......

Sesampai dirumah ............. Banyak yang ciumi aku, peluk aku, "Ada apa ini?" .........
Aku lihat ke 2 adikku dipojokan Ayu dan Gigih , menangis, kebingungan....
Aku juga melihat kain menutupi seseorang yang sedang tidur berpakaian putih.....

Aku bingung......
"Siapa dia? kenapa dia tertidur disana? kenapa orang-orang ramai?..... ada yang bisikin ditelingaku.... "Dia Papamu"..... aku seperti orang linglung "Papa ngapain tidur disitu nggak dikamarnya? kenapa mama biarin saja papa tidur disitu dan nggak temuin tamu-tamu yang sangat banyak ini?.....

"Sabar Intan ya...." aku masih bingung, karena yang kuingat papa baik-baik saja kemarin dan cium ke 2 pipiku sebelum aku pamitan keluar kota lagi buat kuliah....
"Papamu sudah diambil Tuhan" aku tetap bingung.... aku masih bercerita seakan nggak ada apa-apa dan aku masih mikirin orang-orang yang dirumah sudah makan belum?.....
Setelah aku lelah aku baru sadar aku butuh seseorang, siapa yang disebelah ya...aku pastiin dan dekati lagi , tiba-tiba aku menangis, aku baru sadar sesadar-sadarnya kalau itu papaku, terus dimana mama?..... :'(

"Mamamu di rumah sakit Elizabeth semarang Koma Intan, sepulang kerja ortumu ditabrak truk , tapi sebelum tidak sadarkan diri tangan papamu memegang tangan mamamu akhirnya pingsan, itu menurut yang melihat di TKP, kamu yang sabar ya....." aku histeris ...............

Papa tidak berhasil diselamatkan, aku antar jenazah  papa ke tempat kelahirannya di Solo.... aku bengong dan lelah karena selama 3 hari aku belum istirahat PP Pemalang-Solo-Pemalang-Solo

Aku coba kuat, teman-teman kuliahku sangat luar biasa terutama BONDAN , dia seksi sibuk di kampus mengumpulkan dana untuk dukanya, luar biasa ( aku nggak akan lupain kalian anak kelas B Ekonomi Management perusahaan UMS ) yang sudah andil dan sahabatku (PALUPI, TANTRI , LISTYOWATI (Almarhum) , TATIK) Sahabat yang luar biasa selalu ada disaat susah dan senang.

Aku urus semua keperluan Tahlilan Papa seperti pesta mewah, karena kupikir hanya ini yang aku bisa :) terakhir buat papa.
Ohya , aku sempat tengokin mama di RS dengan keadaan masih Koma karena mama & papa kepala dalamnya memang pecah , mama dibuat nafas buatan di leher, bunyinya keras sekali , pas aku disebelah mama, mama pegang tanganku erat sekali tidak mau dilepas, aku hanya bisa menangis, itu pertemuanku yang terakhir sama mama tersayangku, yang sangat cantik dan Primadona di desa kami :) :'(

Aku kembali kekampus karena mau persiapan ujian karena aku sudah 14 hari tengokin Ortu plus kejadian tragis aku menambah libur.

Tiba-tiba aku di panggil lagi ke kampung papa saudara tempat papa di makamkan, aku kesana dan terasa sesak, baru kemarin mama sudah disisi papa, aku terasa gelap, semuanya buat aku bingung, aku merasa tidak ada daya aku seperti tidak bisa bernafas, "Mama padahal sudah berjanji akan menyayangiku" :'(

Tahlilan akhirnya disambung padahal belum ada seminggu kematian Papa, dengan cara yang sama aku tahlilan dengan membuat makanan mewah, karena itu persembahan terakhir untuk mama.

Mulai hari itu aku jadi ORTU adik-adikku , aku berulangkali Pingsan, berulangkali masuk RS tanpa sepengetahuan adik-adikku, badanku selalu panas, air mataku selalu berlinangan, semoga aku bisa jalani ini dengan sabar............

Adik-adikku sekarang sudah menikah :) semua sdh punya Baby, aku sudah jadi Budhe , adikku Ayu yang paling kecil juga sekarang sedang mengandung, Alhamdulillah aku bisa melewati ini, walau trauma dan air mata selalu menemaniku...

Selamat Jalan Orang-orang terkasihku, aku akan mengenangmu....

Semenjak itu aku gampang ketakutan dan trauma, mudah-mudahan Allah selalu menjagaku dengan senyum seperti biasanya... jangan sampai orang tahu aku menangis :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar